“mendidik rakyat dengan pergerakan dan memdidik pemerintah dengan perlawanan”
Melihat realitas yang terjadi dikalangan perguruan tinggi, mayoritas mahasiswa masih belum mampu memahami identitas sosialnya yang memiliki sikap progresif dan militansi cukup signifikan untuk mendorong perubahan masyarakat. Militansi yang dapat dibangun oleh mahasiswa, ketika melakukan proses interaksi sosial dibidang studinya dan berdinamika dengan mahasiswa lama yang bersifat dialektis. Hal ini upaya menumbuhkan pendewasaan diri atas kesadaran kritis mahasiswa terhadap realitas sosial masyarakat. Artinya mahasiswa tidak muda dapat terelinasi dengan kesibukan aktivitas kuliah dikampus dari beberapa tugas yang diberikan dosen ataupun kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan kondisi masyarakat, sebagaimana proses perubahan masyarakat terwujudkan?.
Proses pendidikan yang dijalankan dalam perguruan tinggi oleh mahasiswa tentunya ada peningkatan daya pikir yang lebih maju, ketika menjalankan aktivitas kuliah, berorganisasi, berumah tangga dll. Mahasiswa harus mampu menyeimbangkan diri terhadap kondisi sosial masyarakat tersebut. bahwa mahasiswa dikampus tidak semata-mata kuliah pulang dan mengerjakan tugas-tugasnya yang hanya mencari identitas ( ijazah ). Kejadian ini, kalau masih terjadi dikalangan mahasiwa sungguh sangat aneh adanya virus yang menjadi penyakit, lemah merebut ilmu pengatahuan yang telah disediakan dalam perguruan tinggi Univesitas airlangga.
Salah satu pers BSO LPM SITUS melakukan reportase terhadap mahasiswa baru dan mahasiswa lama mengenai tentang apa arti mahasiswa? Adalah sebutan bagi orang-orang yang melajutkan studinya diperguruan tinggi. Jawaban yang dapat ditanggapi tidak jauh berbeda pemahamannya dari kedua responden tersebut. kategori pernyataan yang sudah diperoleh membuktikan rasa kedewasaan diri menjadi mahasiswa tidak seperti dibayangkan masyarakat. Kalau mahasiswa selalu mempunyai kedudukan lebih tinggi dimata masyarakat awam, menilai bahwa mahasiswa adalah jaminan didunia kerja.
Kenyataan, fakta yang terjadi dikalangan mahasiswa sekarang sangat berlawanan dengan pandangan masyarakat pada umumnya tidak memiliki harkat-martabat tinggi. Karena masih banyak lulusan mahasiswa menjadi pengangguran sulit mencari lapangan kerja, memiliki jiwa organisme serba bertidak anarkis yang kurang mencermikan aktor perubahan. Pembangunan idealisme akan kesadaran kritis bukanlah yang bersifat progresif terhadap realitas. Peran penting mahasiswa terjadi degradasi untuk menemukan jadi dirinya untuk menyalurkan aspirasi rakyat yang lebih populis dari pemerintah. Pada hal mahasiswa adalah harapan rakyat sebagai regenerasi muda bangsa indonesia ( ujar masyarakat yang sudah sudih diminta tanggapannya ;29/8 ).
Perubahan momentum dari perjalanan sejarah tentang gerilya gerakan mahasiswa berbeda waktu zaman rezim orde baru pemerintahannya yang sangat otoriter. mahasiswa dilarang menyuarakan aspirasinya, sikap politik terhadap pemerintah sampai terjadi penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh militerism pada tahun 1998 yang lalu. Perjuangan mahasiswa di zaman orde baru, sebagian besar bergerak bersama-sama dengan rakyat untuk melawan rezim yang telah menyengsarakan rakyat, merampas hak rakyat. Bahwa mahasiswa serius mengemban amanat dari seluruh rakyat indonesia, tindakan perlawanan anarkis dan progresif mampu menyeimbangkan diri.
Sedangkan zaman sekarang, sebagian besar mahasiswa hanya mengejar keberhasilan hard skill – soft skill semata. Mahasiswa seakan-akan tidak peduli dengan segala kebutuhan masyarakat tehadap pemerintah. Akan tetapi hanya segelintir mahasiswa yang masih mau menyalurkan amanat dari masyarakat. Pandangan masyarakat tentang pergerakan mahasiswa meyuarakan aspirasi rakyat? Ternyata kendalanya adalah mahasiswa terhegemoni dengan budaya global yang menjajah hati-pikiran di era moderenisasi, sampai mayoritas mahasiswa lebih bersifat pragmatis, oportunis dan hedonis. Menunjukkan bahwa Mahasiswa kedepan akan lebih condong berkisar di wilayah kekuasan yang menadi antek kapitalism tanpa memperdulihkan penderitaan yang dialami rakyat miskin, pengangguran sudah terjadi dimana-mana.
Penjelasan yang dapat ditarik diatas, bahwa mahasiswa menjalankan proses bidang studi didunia pendidikan harus mampu membangun kesadaran kritis dengan merebut ilmu pengatahuan yang telah disediakan sarana – prasarana di perguruan tinggi dan mempertegas komitmen sikap politik terhadap pemerintah yang lemah menjalankan tanggung jawab terhadap rakyat.(Bsr)